Aksi Brutal di Kediri: Tetangga Bacok Ibu dan Anak Gegara Konflik Saluran Air
Seorang ibu dan putrinya yang masih remaja menjadi korban penganiayaan brutal menggunakan senjata tajam jenis sabit oleh tetangga sendiri.
Dugaan sementara, aksi kejam ini dipicu oleh dendam lama yang mengendap akibat perselisihan pembangunan saluran air di perbatasan rumah kedua belah pihak yang memanas selama dua minggu terakhir.
Sekitar pukul 09.00 WIB, suasana kampung mendadak riuh oleh teriakan minta tolong yang memecah keheningan.
Mohamad Yasin (37), pelaku, tiba-tiba mengamuk sambil menggenggam erat sabit. Sasaran pertamanya adalah Nurul (17), putri dari korban utama.
"Nurul langsung disabet tanpa peringatan. Pisau tajam itu mengenai tangan dan punggungnya," ungkap Jamat (48), warga yang menyaksikan peristiwa itu dengan wajah masih pucat pasi.
Berusaha menyelamatkan nyawa, Nurul berlari menjauh, namun amarah pelaku tak surut.
Ia justru berbalik arah dan kembali masuk ke dalam rumah, lalu menyerang Susmiati (45), ibu dari korban remaja tersebut.
"Ibu korban sempat berusaha menghindar, tapi sabit itu sudah telanjur menghujam.
Kepalanya robek parah, tangannya juga terluka dalam," tambah Jamat dengan suara bergetar.
Usut punya usut, konflik bermula dua minggu silam saat terjadi perselisihan soal pembangunan saluran air di batas tanah.
Pihak korban meminta kegiatan itu dihentikan dengan alasan tertentu, namun ditolak mentah-mentah oleh Yasin. Perdebatan yang tak kunjung usai akhirnya meledak menjadi kekerasan nyata pagi itu.
Melihat keganasan pelaku, warga tak tinggal diam. Dengan keberanian tinggi, mereka segera mengeroyok dan melumpuhkan Yasin sebelum berbuat lebih jauh. Sabit yang digunakan berhasil disita sebagai barang bukti.
Petugas Polsek Semen, tim INAFIS, KSPKT, beserta unsur FKDM segera tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara.
Kedua korban segera dilarikan ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk penanganan medis darurat, di mana luka robek di kepala Susmiati menjadi perhatian utama tim medis karena risiko yang mengancam nyawa.
Terduga Mohamad Yasin kini telah dilimpahkan ke Polres Kediri Kota untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Banyak pihak meminta Aparat Penegak Hukum memproses perkara ini sesuai aturan hukum yang berlaku.
Hingga saat ini kondisi kedua korban masih dalam pemantauan ketat tim dokter. Warga berharap peristiwa berdarah ini menjadi pelajaran berharga,segala perselisihan, sekecil apa pun, sebaiknya diselesaikan lewat musyawarah dan keadilan, bukan dengan kekerasan yang merenggut kemanusiaan.
(Red)

Posting Komentar