Nasional
News
Peristiwa
Harmoni di Kebon Sirih: Saat Wapres Gibran Rangkul Kritik Mahasiswa Lewat Dialog dan Ibadah Bersama
radaraksara.com - Istana Wakil Presiden kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka ruang komunikasi publik yang inklusif dan humanis. Pada Senin sore, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menggelar pertemuan meja bundar bersama perwakilan gerakan mahasiswa. Agenda formal tersebut kemudian ditutup dengan momen relasi yang hangat melalui pelaksanaan salat Magrib berjamaah di Masjid Baiturrahman. Masjid tersebut berada di dalam kompleks Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Jalan Kebon Sirih Nomor 14, Jakarta Pusat.
Apresiasi Langkah Taktis Respons Aspirasi
Pertemuan tatap muka ini diinisiasi langsung oleh pihak Istana sebagai respons cepat terhadap dinamika penyampaian pendapat di ruang publik. Beberapa jam sebelumnya, sekelompok mahasiswa terpantau mengadakan aksi unjuk rasa damai di sekitar kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Alih-alih membiarkan aspirasi menguap di jalanan, Wapres memilih untuk mengundang perwakilan massa masuk ke dalam pusat pemerintahan. Tercatat sebanyak 15 delegasi mahasiswa disetujui untuk masuk dan menyampaikan gagasan mereka secara langsung dalam forum audiensi resmi.
Kolaborasi Dua Kampus dan Bedah Lima Isu Krusial
Para utusan intelektual yang hadir dalam pertemuan strategis tersebut merupakan representasi dari dua perguruan tinggi swasta di Jakarta. Kampus tersebut meliputi Universitas Bung Karno (UBK) serta Universitas Mohammad Husni Thamrin (UMH Thamrin). Di hadapan orang nomor dua di Indonesia tersebut, para mahasiswa menyodorkan bundelan berkas berisi hasil kajian ilmiah dan rekomendasi tertulis. Terdapat lima sektor mendasar yang menjadi sorotan utama dalam dokumen akademis mereka:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disorot dari aspek ketepatan target sasaran logistik.
- Koperasi Desa Merah Putih yang ditekankan sebagai instrumen penguat ekonomi kerakyatan.
- Aksesibilitas Sektor Pendidikan demi menjamin keadilan fasilitas belajar di tingkat tinggi.
- Reformasi Tata Regulasi guna mengurai tumpang tindih aturan hukum yang menghambat birokrasi.
- Akselerasi Infrastruktur Wilayah Tertinggal untuk memangkas kesenjangan pembangunan antar-daerah.
Refleksi Ibadah dan Keterbukaan Pemerintah
Begitu diskusi intensif dan proses penyerapan aspirasi selesai, waktu menunjukkan masuknya jam ibadah malam. Wapres Gibran kemudian berinisiatif mengajak seluruh peserta audiensi yang beragama Islam untuk menuju area masjid. Di tempat ibadah tersebut, rombongan mahasiswa membaur bersama jajaran staf fungsional Setwapres untuk menunaikan salat Magrib secara khidmat. Momentum religius ini sekaligus mempertegas pernyataan awal pemerintah mengenai komitmen penyediaan ruang dialog yang luas bagi kalangan akademisi kampus.
Sikap Ksatria dan Pengakuan Ruang Evaluasi
Hal yang menarik perhatian dalam forum tersebut adalah sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh mantan Wali Kota Solo tersebut. Di tengah jalannya perdebatan argumen, Wapres tidak segan mengakui bahwa implementasi program kerja kabinet saat ini masih memiliki kekurangan. Beliau memandang kritik bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai bahan evaluasi kolektif demi perbaikan kinerja aparatur negara ke depan.
"Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama," ungkap Wapres Gibran di depan para delegasi.
Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam atas waktu, dedikasi, serta buah pikiran yang telah disusun rapi oleh para mahasiswa. Pemerintah menganggap kontrol sosial dari pemuda merupakan instrumen pengawasan birokrasi yang sangat vital.
"Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan. Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran," pungkasnya.
Audiensi ini pada akhirnya menjadi preseden baik bagi pola komunikasi politik di tanah air. Pertemuan ini berhasil menjembatani jarak antara pengambil kebijakan tertinggi dengan poros intelektual muda dalam mengawal arah masa depan bangsa.
Via
Nasional

Posting Komentar